Wednesday, November 26, 2014 - 9:12 PM

Mengenal bunga dan Jenis, Bagian Bunga

Mengenal bunga dan Jenis, Bagian BungaBunga atau kembang (bahasa Latin: flos) adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, “tumbuhan berbiji tertutup”). Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik.

Bunga dapat muncul secara tunggal maupun bersama-sama dalam satu rangkaian. Bunga yang muncul secara bersama-sama disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Pada beberapa spesies, bunga majemuk dapat dianggap awam sebagai bunga (tunggal), misalnya pada Anthurium dan bunga matahari. Satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.

Secara botani, bunga adalah bagian tanaman untuk menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah. Pada tumbuhan berbunga, buah adalah struktur yang membawa dan melindungi biji.

Fungsi biologi bunga adalah organ seksual, sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Bahwa bunga adalah analog dengan organ seksual pada hewan baru disadari secara ilmiah pada abad ke-17 di Eropa.

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah yang berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.

Bunga juga dapat dianggap sebagai organ untuk bertahan pada kondisi kurang menguntungkan bagi pertumbuhan. Sejumlah tumbuhan akan segera membentuk bunga apabila mengalami kekurangan air atau suhu rendah. Contoh yang paling dikenal adalah bunga kertas Bougainvillea. Bunga mengurangi metabolisme dan apabila tumbuhan mati, biji diharapkan telah terbentuk sebagai usaha sintasan (survival).

Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni sehingga memiliki arti kultural. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.

Bunga adalah daun dan batang di sekitarnya yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat bagian Bunga:Pembentukan bunga).

Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf (“berbentuk bintang”, simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.

Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

  • Kelopak bunga atau calyx;
  • Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
  • Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
  • Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: “rumah wanita”) berupa putik.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang “umum”, spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.

Terbentuknya bunga sejak lama menjadi perhatian orang, karena banyak nilai ekonomi tanaman budidaya bergantung pada pembentukan bunga. Bunga tidak akan terbentuk sebelum jaringan tempat ia akan muncul telah mencapai tahap kematangan (maturity) tetapi belum terlalu tua (senile).

Pada tumbuhan berbentuk pohon, jaringan yang baru terbentuk atau masih berkembang (juvenile) akan sangat sulit membentuk bunga. Jaringan yang mencapai tahap kematangan sering kali ditandai dengan nisbah karbon-nitrogen (nisbah C-N) yang tinggi. Kandungan karbon tinggi karena telah banyak metabolit tertimbun dalam bentuk polisakarida dalam jaringan tersebut. Pembentukan bunga memerlukan energi yang besar.

Nisbah C-N yang tinggi biasanya cukup sebagai pendorong terbentuknya bunga. Namun demikian, banyak ditemukan jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan pemicu agar bunga muncul. Pemicu ini dapat berupa suhu rendah selama beberapa waktu (vernalisasi), panjang (durasi) penyinaran (fotoperiodisme), dan kekurangan air (kekeringan). Gandum roti tipe winter (musim dingin, karena ditanam menjelang musim dingin) tidak akan berbunga jika tidak mengalami musim dingin dalam tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Anggrek merpati memunculkan bunga apabila mengalami malam yang dingin. Berbagai kultivar yute bersifat fotoperiodik sehingga waktu tanam sangat vital dalam menentukan hasil panen. Tanaman kopi dikenal memerlukan periode kering sekitar dua bulan dan diikuti oleh hujan secukupnya untuk memicu terbentuknya bunga.

Kajian yang dilakukan pada Arabidopsis thaliana, suatu tumbuhan model, menunjukkan bekerjanya Teori ABC dalam pembentukan bunga. Substansi A diperlukan untuk membentuk daun kelopak (sepal) dan daun mahkota (petal). Substansi B diperlukan dalam pembentukan daun mahkota dan benang sari (stamen). Substansi C diperlukan untuk terbentuknya benang sari dan daun buah (carpellum, sebagai penyusun putik).

DAFTAR NAMA BUNGA DALAM BAHASA INDONESIA,BAHASA LATIN DAN BAHASA INGGRIS

INDONESIA
LATIN
INGGRIS
Anggrek bulan
Phalaenopsis amabilis
Orchid month
Anggrek hitam
Coelogyne pandurata
Black orchid
Anggrek tebu
Grammatophyllum speciosum
Orchid cane
Bunga bangkai
Amorphpophallus titanium
Carrion flower
Cempaka putih
Michelia alba
White cempaka
Cempaka kuning
Michelia champaka
Yellow cempaka
Cempaka telor
Magnolia coco
Cempaka eggs
Edelweis jawa
Anaphalis javanica
Java edelweis
Kenanga
Cananga odorata
Boxwood
Melati gambir
Jasminum pubescens
Gambier
Melati putih
Jasminus sambac
Jasmine
Nibung
Oncosperma tigillarium
White nibung
Bunga mawar,
Rosa
Roses
Bunga sepatu,
Compellere hibisco
Hibiscus
Bunga melati,
Aenean
Jasmine
Bunga cempaka,
Interest chrysolithus
Interest chrysolite
Bunga kenanga,
Ylang flos
Ylang flower
Bunga kamboja,
 Frangipani flos
Frangipani flower
Bunga ros,
 Flores rosae
Flowers roses
Bunga tulip,
 Tulip
Tulips
Bunga teratai,
Lotos flos
Lotus flower
Bunga anggrek,
 Lacus
Orchids
Bunga tanjung,
Cape eli
Cape rates
Bunga sedap malam,
Tuberose flores
Tuberose flowers
Bunga bakung,
 Daffodils
Daffodils
Bunga matahari,
Helianthus
Sunflower,
Bunga popy,
Popy interest
Popy interest,
Bunga lily
 Lilium flos
Lily flower
Melati carolina
Gelsemium sempervirens
Carolina jasmine
Miyana mangkuk
Iresina herbstii
Miyana bowl
Monstera
Monstera deliciosa
Monstera
Mangkokan
Nothopanax scutellarium
Mangkokan
Mayang batu
Madhuca cuneata
Mayang stone
Mayang wangi
Palaquium obovatum
Fragrant mayang
Meyong
Mallotus philippinensis
Meyong
Nona makan sirih
Clerodendrum sp.
Ms. Betel nut
Nusa indah
Musaena ahphillippica
Beautiful nusa
Ohna
Ochna kirkii
Ohna
Oleander
Nerium olender
Oleander
Pacar
Impatiens balsamina
Boyfriend
Pacar cina
Agloia odorata
Chinese girlfriend
Pacing
Costus sp
Pacing
Palem australia
Normanbya normanbyi
Palm australia
Palem bambu
Chamaedorea erumpius
Bamboo palm
Palem botol
Revaogehaganii
Bottle palm
Palem ekor ikan
Caryota mitis
Fish tail palm
Palem pilifina
Veitchia philippinensis
Palm pilifina
Palem jari
Rhapis excelsa
Palm fingers
Palem kipas
Livistona rotundifolia
Fan palm
Palem kuning
Chrysalidocarpus lutescens
Yellow palm

TOGEL
Share This
More
Under Topics: bagian, bunga, jenis,

Post Related to Mengenal bunga dan Jenis, Bagian Bunga

Poker – Samkokpoker.com

Poker – Samkokpoker.com

samkokpoker.com adalah tempat atau penyedia permainan texas poker secara real money, minimal deposit Rp.

Poker – nagapoker.com

Poker – nagapoker.com

Poker online nagapoker.com adalah layanan permainan poker secara online seperti texas holdem poker pada

Poker – poker88.asia

Poker – poker88.asia

Poker online poker88.asia adalah layanan permainan poker secara online seperti texas holdem poker pada

Leave a Reply